Rabu, 30 April 2014

Sedekah dan Jodoh [Repost]

Tulisan ini saya ambil dari akun resmi ustad Jamil Azzaini ,dari semua tulisan inspiratif beliau ini salah satu yang menjadi favorit saya Jodoh ,iyaa jodoh semua yang berbau jodoh pasti banyak yang suka,termasuk saya sendiri :D berikut tulisan lengkapnya beliau.



Saya pernah menjodohkan 18 pasangan suami isteri. Dalam proses jodoh menjodohkan tersebut banyak pengalaman menarik yang saya dapatkan. Ada pengalaman lucu, menyedihkan dan juga pelajaran kehidupan. Salah satunya saya ceritakan disini.

Ada seorang perempuan, sahabat keluarga kami yang usianya hampir 30 dan belum menikah. Tergerak untuk “menolongnya”, saya menasihati dia, “Cobalah sedekah biar kamu cepat nikah.” Dia menjawab, “Beberapa sedekahnya?” Sambil bercanda saya jawab, “Tergantung. Kalau mau suami yang ganteng, kaya, sholeh maka sedekahnya yang banyak. Kalau kamu sedekahnya pas-pasan nanti dapat suami yang pas-pasan juga.”
Saya menambahkan, “Kalau mau dapat jodoh, ya sedekah yang berdekatan dengan seputar perjodohan. Misalnya, kamu membuatkan undangan teman kamu yang mau menikah. Atau kamu menanggung biaya catering pernikahan teman kamu.”

Rupanya perempuan itu menuruti nasihat saya. Ketika temannya menikah ia membantu membiayai undangan pernikahan dengan kualitas undangan yang terbaik pada kelasnya. Nah, giliran saya yang bingung. “Waduh, bagaimana kalau dia tidak dapat jodoh?” batin saya.
Tiba-tiba saja saya teringat seorang sahabat yang usianya sudah lebih dari 35 tahun tapi belum menikah. Saya pun menelepon dia, “Mas, ini ada perempuan yang naksir banget sama sampeyan, mau gak?” Tak disangka, dari balik telepon ia menjawab, “Mana ada perempuan yang mau sama saya. Sudah kapok saya, mas.” Namun, setelah beberapa kali saya menyakinkan akhirnya dia bersedia.

Kemudian kepada yang perempuan saya berkata, “Ini ada cowok naksir berat sama kamu. Saya berharap kamu tidak menolak. Kalau kamu menolak itu artinya kamu menolak rizki. Dia bekerja di sebuah BUMN ternama dan sudah jadi pimpinan di sana. Sholeh dan rajin beribadah.”

Singkat cerita akhirnya mereka menikah, hidup bahagia, harmonis dan sekarang sudah di karuniai 3 orang anak. Suatu ketika saya bertemu lagi dengan perempuan sahabat kami tadi. “Sedekahnya besar, hasilnya suami sholeh dan mapan serta masa depan yang cerah,” kata saya. Dia pun membalas, Yang hebat mak comblangnya, sukses menjerumuskan kami, menjerumuskan ke tempat yang benar. Hehehe..”



comblangnya, sukses menjerumuskan kami, menjerumuskan ke tempat yang benar. Hehehe..”

Tidak ada komentar: