Minggu, 02 Februari 2014

Berkalung Kabut Bromo [Bromo Part VI]

Jumat,31 Jan 2014
Menikmati pagi di Bromo menjadi impian bagi sebagian orang. Suasana yang hening, dingin, pemandangan yang dahsyat ditambah dengan tradisi lokal yang terpelihara menjadi daya tarik Bromo yang abadi. Jawa Timur memang beruntung memilikinya.Gunung Bromo,Gunung wisata yang terletak sekitar 85 km dari Surabaya. Daerah ini bisa dijangkau dari Probolinggo atau Malang.Untuk jalur normal wisatawan memang biasanya memilih jalur Probolinggo,namun saya pribadi selalu memilih jalur Pasrepan Pasuruan jalur mulus yang tidak banyak dilalui kendaraan, jalur yang menjadi pilihan favorit saya kala bertandang ke Bromo,dan ini adalah kali ke-5 saya memilih melewati jalur itu,hmmm.


Savana Bromo ,,full team
Bromo yang  tidak pernah lelah menawarkan pesonanya. Eksotisme gunung, misteri kabut, momen sunrise, jelajah lautan pasir hingga menelisik sejarah masyarakat asli suku Tengger yang mendiaminya pun menjadi hal yang menarik untuk disimak. Bagi suku Tengger, Bromo dipercaya sebagai gunung suci. Hal ini tercermin dari namanya yang berasal dari kata ‘Brahma’, salah satu Dewa dalam agama Hindu.

savana bromo berpose alone :D
Pesan Sponsor
Dan Jumat pagi ini bertepatan longwiken hari raya Imlek adalah kali ke-7 saya menapakan kaki di Bromo,dan ini mungkin pagi yang sedikit kurang beruntung bagi saya.Menghabiskan waktu libur di Bromo memang pilihan yang tepat, namun cuaca extrem di Bromo dalam sepekan terakhir ini menjadi kendala utama,badai,kabut tebal,hujan sepanjang hari yang mengguyur,menjadi hal yang tidak bisa terelakan lagi untuk menikmati sajian utama nan istimewa 'sunrise' yang sudah tersohor keseluruh penjuru negeri bahkan sampai manca negara.Dan sunrise cantik persembahan Gunung bromo pun tak dapat kami nikmati,saya,kawan-kawan,bahkan ratusan wisatawan pun sama sekali tak bisa melihat penampakan sang surya itu.Alih-alih hunting sunrise ehhh justru kita malah hunting pisang goreng :D
pasir berbisik area

loc: pasir berbisik

Tidak menjadi soal,yang penting kebersamaan itu selalu ada bersama sahabat bersama kawan bersama kakak -kakak tercinta.Hari menjelang siang pun kabut masih belum menyinpkap dari kaldera kawasan pegunungan Tengger ini.
Dan kali ini hanya berisi foto-foto narsis,tanpa mengambil landscap-landscap di tengah mistis-nya kabut Bromo.Mungkin next time kita berburu sunrise lagi ayeeeyyy..

Tidak ada komentar: